Rabu, 27 Februari 2008

Muslimah Berkarir ?

Muslimah Berkarir


Ditulis oleh Mustofa
Kamis, 30 Desember 2004

Seorang ibu itu adalah sekolah, jika engkau persiapkan, niscaya engkau telah mempersiapkan suatu bangsa" (Hafiz Ibrahim)

Muslimah bekerja apa salahnya? Pertanyaan ini menjadi jawaban beberapa muslimah ketika saya mencoba bertanya alasan mereka bekerja dan berkonsentrasi dengan karirnya. Muslimah bekerja, memang tidak ada yang salah dengan istilah ini. Bahkan dalam kondisi tertentu, muslimah dibutuhkan perannya. Hanya saja beberapa rambu-rambu harus mereka perhatikan dalam bekerja.

Muslimah Boleh Bekerja

Muslimah diperbolehkan bekerja untuk alasan-alasan sebagai berikut:

Pertama, Karena ia seorang janda. Seorang janda baik janda secara substansi maupun secara status diperbolehkan bekerja untuk menjaga jati dirinya dan mencegah perbuatan mengemis dan berhutang. Janda secara substansi adalah seorang wanita yang masih terikat dalam pernikahan namun tidak memperoleh nafkah dari suaminya, sedangkan janda secara status adalah janda yang disebabkan oleh kematian atau diceraikan oleh suaminya.



Kedua, Membantu suami dan suaminya mengizinkannya. Dalam hal ini peran wanita adalah sebagai mitra kerjasama dalam hal ekonomi.



Ketiga, Membantu keluarga suami atau istri. Ketika seseorang memerlukan bantuan, maka yang wajib menolongnya adalah keluarga terdekatnya. "Ketiga, Membantu keluarga suami atau istri. "Dan tatkala ia sampai di sumber air negeri Mad-yan ia menjumpai di sana sekumpulan orang yang sedang meminumkan (ternaknya), dan ia men- jumpai di belakang orang banyak itu, dua orang wanita yang sedang menghambat (ternaknya). Musa berkata: "Apakah maksudmu (dengan berbuat begitu)?" Kedua wanita itu menjawab: "Kami tidak dapat meminumkan (ternak kami), sebelum pengembala-pengembala itu memulangkan (ternaknya), sedang bapak kami adalah orang tua yang telah lanjut umurnya." (QS. 28:23).



Keempat, Karena tuntutan masyarakat. Adakalanya peran wanita diperlukan untuk profesi-profesi tertentu, antara lain wanita yang berprofesi sebagai dokter, perawat, guru atau posisi-posisi lainnya di suatu perusahaan. Dengan melakukan pekerjaan tersebut, seorang wanita berkontribusi untuk memberikan kebaikan kepada orang lain. Wanita dilarang bekerja untuk alasan balas dendam atau untuk menyakiti hati orang lain, misalnya untuk menyakiti hati suaminya yang sulit memberikan nafkah padanya.



Adab-Adab dalam Bekerja

Dalam berkarir wanita muslimah harus memperhatikan adab-adab, di antaranya:
Memilih pekerjaan yang tidak bertentangan dengan syariat atau yang subhat, yakni yang masih diragukan halal dan haramnya. Pilihlah pekerjaan yang mendukung pada ketaatan kepada Allah S.W.T.

Memperhatikan adab muslimah, baik dalam hal berpakaian, berjalan, berkata maupun bersikap. ".. Dan janganlah kamu menampakkan perhiasannya kecuali yang (biasa) nampak daripadanya..". (Q.S. 24:31) "..Dan janganlah mereka memukulkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan..". (Q.S. 24:31) "Maka janganlah kamu terlalu lembut dalam berbicara sehingga tertariklah orang yang dihatinya ada penyakit berkeinginan, dan ucapkanlah perkataan yang baik". (Q.S. 33:32)
Pekerjaan tersebut tidak membuat wanita lalai terhadap kewajiban utamanya yakni kewajiban terhadap kelauraganya; kepada suami dan anak-anaknya yang merupakan pekerjaan asasi.

Urgensi Muslimah bekerja

Dengan bekerja, wanita akan terhindar dari mengemis dan berhutang. Ia juga akan dapat membantu orang lain dengan hartanya. Sebab, sebagaimana kata pepatah arab, orang yang tidak punya tidak akan memberi. Di samping itu, bekerja ternyata juga dapat menambah ilmu dan wawasan secara umum.



Peran Suami

Suami dianjurkan membantu istri yang sibuk dengan urusan yang disunnahkan dan suami wajib membantu istri yang sibuk dengan urusan yang diwajibkan. "Apa yang dilakukan Nabi Muhammad S.a.W dirumah?" Aisyah: "Beliau ikut menyelesaikan urusan keluarga, dan apabila mendengar adzan Beliau keluar". (H.R. Bukhari)



Keluarga merupakan instansi yang keberhasilannya bergantung pada rasa kebersamaan anggotanya dan sikap saling berbagi tanggungjawab antara mereka, bukan hidup sendiri-sendiri.



"Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan taqwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan." (Q.S. 5: 2)



"Dan perempuan (istri) ada hak seimbang dengan hak laki-laki (suami) atas mereka secara patut, dan laki-laki mempunyai suatu derajat lebih tinggi dari perempuan". (Q.S. 2: 228)



Allah SWT menciptakan segala sesuatu yang ada di dunia ini untuk manusia dan setiap manusia mendapat bagiannya. Dan, yang harus tetap ingat bahwa segalanya akan diminta pertanggungjawabannya. [mustofadofir]


Wallohu a'lam.
http://alhikmah.com/contents.php?id=671

Read More..

Minangkabau

Membangkitkan Kembali Tradisi Intelektual Minangkabau

Ditulis oleh Efri S. Bahri
Kamis, 21 Pebruari 2008

Sejarah telah mencatat ‘nagai Minangkabau’ sebagai wilayah yang paling subur ‘produk’ budaya intelektualnya. Pernyataan dibuktikan dengan adanya 13 pers yang diterbitkan di Minangkabau pada awal abad 20 (Lihat Bachtiar Ali, Perkembangan Jurnalistik Indonesia: Hambatan dan Tantangan Dalam Pemberdayaan Ummat, 1999) antara lain: Al Munir (1911), Wasir Hindia (1903), Oetoesan Melayoe (1911), Soenting Melayoe (1912), Medan Ra’jat (1916), Soematra Tengah (1914), Soeraya Islam (1931), Moeslim Hindia (1932), Tjaboet (1933), Perantara Kita (1938), Adabiah (1922), Soera Islam (1931), dan Soeoeh Koto Ampat (1929).


Dalam dunia Islam, prestasi intelektual generasi Minangkabau ketika itu sejalan dengan adanya dua terbitan di dunia Islam, yaitu: Al Manar yang digagas oleh Rashid Ridho (Kairo, 1898) dan Al-Iman (Singapura, 1906).Hal ini tentu membuktikan bahwa Minangkabau sudah memiliki basis budaya intelektual yang sangat kuat. Persoalannya, masihkah tradisi intelektual itu masih dimiliki? Di abad 21 ini banyak kalangan yang mengkritik bahwa tradisi intelektual tidak lagi dimiliki oleh generasi Minangkabau ‘modern’. Sehingga dikatakan bahwa Minangkabau tidak lagi menjadi industri otak. Indikator yang seringkali digunakan untuk membenarkan kemunduran intelektual ini adalah tidak (belum) adanya tokoh ulama yang sekaliber buya Hamka, sulit mencari politisi ulung ‘kaya’ Agus Salim, dan belum ada bapak bangsa yang terlahir seperti Bung Hatta, Natsir, dll.

Saya menyamput baik dan positif dengan banyaknya autokritik yang dilontarkan saat ini. Setidaknya hal itu memberikan nuansa dan ruang gerak berpikir kepada generasi sekarang untuk mampu menempatkan dirinya kedalam posisi strategis bangsa, entah sebagai buya, sebagai politisi, birokrat sejari, wirausahawan, guru bangsa, dll. Namun, yang patut dikritisi adalah relevankah kita memakai indikator ‘produk intelektual’ adanya tokoh yang dikenal luas di publik. Bukankah para tokoh besar seperti Hamka, Agus Salim, Natsir, bahkan Tan Malaka, tidak pernah bermimpi menjadi tokoh atau ditokohkan oleh masyarakat. Yang ada adalah mereka selalu secara sustain menghasilkan karya intelektual. Kalau berpikir sejenak melihat bumi Indonesia ini, sekarang pun masyarakat Minang bukan tanpa tokoh.
Namun terdapat perbedaan yang mencolok, kalau dahulu terdapat tokoh intelektual, sekarang yang ada adalah tokoh birokrat. Masih ada putra Minang yang menduduki posisi strategis di birokrasi. Namun, sebagai masyarakat Minang kita tentu kita berkeinginan tokoh birokrat juga menjadi tokoh intelektual yang berada dalam relung kehidupan masyarakat. Tokoh yang mampu melahirkan gagasan untuk membawa bangsa ini kelaur dari krisis yang berkepanjangan, krisis multidimensional.

Menghadapi adanya sinyalemen terjadinya degradasi intelektual, ada beberapa hal yang perlu ditindaklanjuti. Pertama, sudah menjadi kebutuhan saat ini untuk melahirkan kembali media-media di setiap level institusi di Minagkabau yang mampu menjadi wadah alternatif dalam membangkitkan budaya intelektual khususnya di institusi pendidikan.Kedua, media massa yang terbit di wilayah ‘the land of minangkabau’ diharapkan dapat memberikan ruang gerak yang lebih besar kepada para generasi muda. Dengan banyaknya media yang terbit saat ini merupakan suatu peluang yang mesti dimanfaatkan semacara maksimal oleh para intelektual muda kita. Ketiga, para praktisi pendidikan baik dosen maupun guru sebaiknya memberikan contoh kepada para mahasiswa dan anak didik (pelajar) dalam mengembangkan potensi intelektualnya melalui ‘rpdiksi’ artikel di media publik.
Disamping hal di atas, salah satu faktor yang menentukan tumbuh suburnya budaya intelektual adalah tersedianya perpustakaan publik yang menyediakan informasi, bahan bacaan serta suasana nyaman. Selain itu, perpustakaan mesti memberikan kemudahan-kemudahan dalam pemakaian dan peminjaman bukun kepada para pembaca. Sebagai perbandingan, British Council Jakarta, merupakan salah satu pustaka

yang telah berhasil memberikan pelayanan yang memadai kepada para pembacanya.
Kepiawaian pengelolanya dalam memadukan beberapa fungsi teknologi seperti: internet, video, dan CD player telah mampu memberikan layanan terhadap kebutuhan pembaca. Sehingga, dengan fasilitas dan pelayanan memadai tersebut para pembaca akan mau mengorbankan dananya untuk mendapat pelayanan dan akses informasi melalui perpustakaan tersebut. Bagi perpustakaan di daerah barangkali ada baiknya untuk melakukan studi banding atau bahkan bekerjasama dengan perpustakaan yang telah maju seperti British Council ini. Bukankah dunia Islam dulu majunya karena memiliki perpustakaan yang terkelola dengan baik. Makanya, kebangkitannya di masa datangpun akan tersupport oleh keberadaan perpustakaan.

Dengan tersedianya berbagai fasilitas sekarang ini sebenarnya bukan menjadi alasan lagi untuk mengatakan terjadinya degradasi intelektual. Keengganan kita untuk memanfaatkan fasilitas dan akses yang kita punyalah yang menyebabkan degradasi intelektual mitu terjadi. Semoga para generasi muda Minangkabau mau dan mampu memberikan kontribusi posisitf dalam membangkatkan kembali budaya inetelektual Minangkabau. Wassalam.

Sumber : http://pslk.wordpress.com/2008/02/12/membangkitkan-kembali-tradisi-intelektual-minangkabau/

Read More..

Selasa, 26 Februari 2008

Fenomena Ginjal di Padang

Semua berawal dari pertemuan yang tidak di sengaja,

awalnya dia(sebut saja namanya andre ), datang dan antri untuk chat di sebuah daerah di pinggiran padang,

wajahnya dan penampilannya emang nggak asing banget bagi kita yang udah sering ngeliat anak anak jalanan yang punk artinya aku lebih memilih menyebut punk karena ada beberapa tindik yang dengan indah menghiasi di beberapa telinga dan bibir nya, dengan sebuah kebanggaan yang nggak bisa di ucapkan dengan kata kata.

Kira kira umurnya hanya 20 tahun tapi , entah kenapa dia bercerita banyak ttg hidupnya, padahal aku ngga pernah bertanya apapun. aku nggak tau apa itu sebuah perkenalan yang ujung ujung meminta rokok atau hanya sebuah basa basi (astagfirullah….sorry aku terlalu berprasangka buruk….)

Akhirnya ,,,cerita itu berlanjut dengan sebuah rokok yang sudah di hisapnya, dengan gaya yang sedikit bersemangat di tambah hari yang cukup panas, maklum waktu itu jam menunjukkkan pukul 2 siang waktu Padang, jadi yah panas.
Di tambah aroma tubuh andre yang khas banget cowok, mungkin dia belum mandi entah lah aku nggak tau,
Cerita ini pun berlanjut dengan :


"bang mungkin dalam minggu ini aku akan mendonorkan ginjalku…”ujar nya
“ah yang benar saja, soalnya ini kota padang yang bukan kota besar, kamu serius “jawab ku dengan wajah yang makin penasaran.



Akhirnya ia menuturkan akan mendonorkan ginjalnya seharga 150.000.0000 wajahku makin penasaran, yang ada dalam fikiran ku saat itu adalah, mana mungkin di kota yang secara ini adalah Padang , dan ada orang yang bersedia menerima donor ginjal. Apa nggak takut atau gimana?

Dengan wajah bersemangat juga dia mengatakan akan menggunakan uang nya untuk membahagiakan orang tuanya yang saat ini ada di Pekanbaru, dia begitu ingin menyumbang kan uang tersebut, mengingat begitu banyak banget perbuatan yang telah di perbuat nya dan itu semuanya membuat oang tuanya kecewa…..


uh segitunya ujarku dalam hati tapi menurut aku itu bukan solusi yang baik, dengan pengetahuan yang nggak banyak ttg kedokteran, aku berfikir gimana kesehatannya setelah ia mempunyai satu ginjal, dan bagaimana kelanjutan hidup anak ini setelah di operasi,
Aku coba memberikan masuka kepadanya untuk beberapa saat bahwa ia harus memikir kan beberpa kali untuk itu, Karena menurut aku itu bukan keputusan yang baik dan memang harus di fikirakan secara dewasa dan jangka panjang.

“bang untuk saat ini nggak ada satu pun orang yang memperhatikan aku” ujar nya lagi
Aku malah heran, apa karna sebuah perhatian itu menjadikan sebuah solusi yang bagus, no no no ujarku…

Aku makin tertantang untuk menghalanginya agar ia membatalkan niat nya untuk itu,aku mencoba menakut nakutinya dengan berkata :

“ginjal satu…cuman bisa bertahan paling beberapa bulan…”ujar ku…(heheh mampus lo….)

Dengan mimik wajah yang serius ia coba berfikir mungkin dalam fikirannya bener juga berapa lah uang , kalo cuman bisa bertahan hidup sebentar… tapi dasar, lagi butuh uang cara apapaun dia usahakan untuk itu.

Hari hari pun berlalu entah kenapa sampai saat ini aku belum bertemu dengan andre, ada beberapa pertanyaan yang masih mengganjal dihati ku,
apa dia serius menjual ginjal nya itu?
pa motivasi nya hingga dia menjual ginjalnya di padang ini?

Sudah lah hari sudah mulai gelap udah saat nya aku pulang, jam segini kota padang masih aja sering gempa, aku masih berharap bisa ketemu dengan andre lagi, ingin tau kelanjutannya dan ingin melihat bekas operasinya

Ahh..semoga Allah SWT bisa Bantu dia, amiiinn

Padang27 februari 2008

Read More..

Snack Beralkohol

Inggris : Snack Beralkohol Buat Muslim inggris Marah

Snack Beralkohol Buat Muslim Inggris Marah

Selasa, 26 Pebruari 2008
Warga Muslim Inggris resah setelah munculnya makanan ringan jenis crispi yang mengandung alcohol. Dinilai tak menghargai Islam
Hidayatullah.com--Warga Muslim Inggris marah setelah produsen makanan ringan terkenal membuat snack jenis crispi tertentu yang mengandung alkohol. Produsen dinilai tidak menghargai para penganut Islam.

"Tentu saja kami menganggap hal ini sangat ofensif karena mengkonsumsi makanan yang mengandung alkohol," ujar Shuja Shafi, yang memimpin komisi standar makanan Dewan Muslim Inggris MCB.

Isu ini mengemuka setelah seorang konsumen Muslim memberi tahu ke sebuah supermarket halal di Bradford bahwa ada beberapa jenis makanan crispi buatan Walkers yang mengandung alkohol.

"Seorang konsumen memberi tahu kami bahwa makanan snack Sensations Thai Sweet Chilli, Doritos Chilli Heat Wave dan Quavers Cheese tidak termasuk dalam daftar Walkers yang bebas alkohol. Begitu saya mengetahui adanya kandungan alkohol di dalamnya, saya langsung menelepon istri untuk membuang semua makanan itu," ujar Besharat Rehman, seorang pemilik supermarket.

Sejauh ini para ahli agama Islam di Inggris belum mencapai sepakat tentang kadar alkohol yang dibolehkan dalam makanan dan minuman. Sejumlah ahli melarang alkohol sekalipun dalam persentasi sedikit di dalam minuman dengan alasan hal itu dapat meresap ke dalam minuman secara keseluruhan dan mengubah kualitas minuman.

Namun ilmuwan dan para ahli agama dari Dewan Makanan Islam setuju bahwa pemakaian alkohol dengan persentasi antara 0,01 hingga 0,05 tidaklah signifikan dan karena itu produk yang menggunakannya pada batasan itu masih diketagorikan halal.

Menyusul insiden itu, produsen Walkers langsung minta maaf dan beralasan bahwa pihaknya hanya memakai alkohol dalam jumlah sedikit untuk menambah rasa.

Seorang jubir produsen makanan ringan itu mengatakan bahwa perusahaannya tidak mencantumkan kadar alkohol pada beberapa jenis produk makanan mereka. "Tidak ada tempat untuk mencantumkannya kecuali senyawa yang dapat memicu alergi yang bisa membuat orang sakit," ujar jubir Walkers.

Namun Rehman, yang juga pemilik supermarket Bedford, menegaskan Walkers semestinya menyebutkan kandungan alkohol sekalipun persentasinya kecil pada bungkus makanan sehingga konsumen punya pilihan.
Sedangkan Masood Khawaja dari Badan Otoritas Makanan Halal, berpendapat bahwa Walkers mesti membahas masalah itu dan mengatasinya ketimbang bersembunyi di balik aturan pelabelan. Perusahaan itu diminta untuk menuliskan kandungan kadar persentasi alkohol di dalamnya, sekalipun hanya sedikit.

"Sekalipun untuk kepentingan umat Islam, para remaja juga termasuk konsumen yang tidak boleh mengonsumsi alkohol," tandas Khawaja.

Sejauh ini para aktivitas makanan halal Muslim terus melakukan lobi untuk menyertakan simbol halal dalam berbagai produk makanan yang disukai konsumen seperti sereal produksi Kellogg's.

Pada 2004 lalu, Dewan Hukum Muslim Inggris membolehkan sekitar 2 juta warga Muslim untuk membeli minuman soft drink yang mengandung alkohol berkadar sangat rendah dan produk sampingan olahan daging babi. Dewan ini, yang merupakan otoritas tertinggi Inggris untuk makanan halal, juga mengeluarkan fatwa bahwa Lucozade dan Ribena adalah soft drink buatan Inggris pertama yang cocok untuk umat Islam. Fatwa ini dikeluarkan setelah muncul kekhawatiran di kalangan umat Islam tentang kandungan dalam minuman itu.

[dailymai/cha/www.hidayatullah.com]


http://hidayatullah.com/index.php?op...=6408&Itemid=1

Apakah SNack-nya bisa buat org Mabuk

Read More..

sholat jum'at di Bali

Pelaksanaan Ibadah 7 Meret
Umat Islam Bali Diimbau Salat Jumat Tanpa Pengeras Suara

Denpasar - Sejumlah kesepakatan berhasil diambil dalam pertemuan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) terkait proses ibadah pada Jumat 7 Maret di Bali. Salah satunya, umat Islam diminta salat Jumat di masjid terdekat dengan berjalan kaki.

"Penggunaan pengeras suara juga hanya di dalam masjid," ujar Ketua FKUB, Ida Bagus Gede Wyana, di Markas Polda Bali, Jl WR Supratman, Denpasar, Bali, Selasa (26/2/2008).

Bagi umat Islam yang tinggal jauh dari masjid, bisa melaksanakan salat Jumat dengan menggunakan fasilitas lain yang ada di lingkungannya. Hal ini dimusyawarahkan dulu dengan aparat desa atau lurah setempat.

Selanjutnya, sambung Wyana, untuk mengantisipasi ketidakhadiran khatib, sebaiknya jamaah salat Jumat mengundang khatib dari masjid terdekat.

http://www.detiknews.com/indexfr.php...128/idkanal/10

Read More..

Senin, 25 Februari 2008

Polisi Indonesia

Jakarta - Polisi ingin mengubah citra. Salah satu caranya dengan membuat film. Dengan biaya pembuatan Rp 8 miliar, 2 artis beken ikut dipasang, yakni Ferry Irawan dan Five Vi.

"Polisi ingin 'bicara', meluruskan imej miring. Citra polisi terkadang dipandang sebelah mata, karena masih ada sebagian masyarakat yang memberikan stigma negatif pada institusi ini," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Sisno Adiwinoto, di Mabes Polri Jl Trunojoyo, Jakarta, Senin (25/2/2008).

Film tersebut akan diberi judul The Police, dengan mengambil lokasi syuting di Semarang, Sukabumi, Jakarta, dan kota-kota besar lainnya di Indonesia.

"Film ini targetnya diputar di bioskop bertepatan dengan rangkaian kegiatan HUT Polri dan dikemas dengan tampilan action-commedy," jelas Sisno.

Ki Kusumo yang dikenal sebagai paranormal menjadi produser film itu. Nantinya selama syuting akan pula disertakan peralatan dan persenjataan Polri seperti helikopter, kapal, hingga kendaraan taktis kepolisian.

"Seluruh pendanaan berasal dari produser. Anggaran kami kan hanya Rp 20 triliun, Rp 16 triliun habis untuk gaji dan makan anggota," jelas Sisno yang sebentar lagi menduduki jabatan Kapolda Sulsel ini.

Menurut Kadiv Binkum Mabes Polri Irjen Pol Aryanto Sutadi, film bergenre komedi laga ini adalah nonprofit dan polisi hanya menumpang saja untuk sosialisasi.

"Di film ini akan diceritakan bagaimana polisi menangani kasus-kasus dan akan ditunjukan bagaimana polisi melakukan pelanggaran, tetapi di situ yang melanggar akan ditindak," urai Aryanto.

Dia menuturkan, tentunya film tersebut akan berbeda jauh dengan film India, di mana polisi selalu datang terlambat. "Kami tidak ingin seperti itu," tandasnya.

Rencananya film ini pun akan dibintangi beberapa perwira tinggi Polri. Penasaran?

http://www.detiknews.com/indexfr.php...456/idkanal/10

Read More..

utang belanda

 Penjajah Belanda Tinggalkan Utang Rp 44 Triliun untuk RI, baru Lunas 2003 lalu 


JAKARTA - Ini fakta menarik tentang warisan kolonial Belanda yang diterima Indonesia. Setelah merdeka, ternyata Indonesia mewarisi utang pemerintahan Hindia Belanda USD 4,8 miliar. Utang sekitar Rp 44 triliun itu baru lunas dicicil pada 2003 lalu. 

Hal itu diungkapkan Ketua Pusat Studi Kebijakan Ekonomi UGM Revrisond Baswir. Utang Hindia Belanda tersebut diwariskan berdasar Konferensi Meja Bundar di Den Haag. Dalam konferensi itu, Indonesia memang memperoleh kedaulatan. 

"Seluruh utang Hindia Belanda USD 4,8 miliar diwariskan pada pemerintah Indonesia. Jadi, Indonesia memang berutang sejak dalam kandungan," ujar Soni, panggilan akrab Revrisond.

Berdasarkan risalah Konferensi Meja Bundar: utang itu harus dibayar kepada Nederland Bank dan Javanese Bank senilai 44,6 juta gulden, kepada Nederland Exim Bank sebesar USD 15 juta. Selain itu kreditor lain, yakni pemerintahan Amerika Serikat, Australia dan Kanada. 

Soni mengaku mendapat transkrip dan mendengar rekaman persidangan di Konferensi Meja Bundar tersebut. Hal lain yang terungkap dari persidangan itu, delegasi Indonesia juga sepakat mematuhi aturan Organisasi Moneter Internasional (IMF) meski Indonesia ketika itu belum menjadi anggota PBB. 

Menurut dosen senior UGM itu, pada 1973 utang warisan kolonial itu direstrukturisasi 35 tahun dan baru lunas pada 2003. "Jadi, sebenarnya kita baru merdeka dari kolonialisme Belanda pada 2003," katanya. Ternyata, Belanda tak hanya mengisap kekayaan bangsa Indonesia, tapi juga meninggalkan beban utang yang sangat besar.

Read More..